Oleh : dr. Nurcholid Umam Kurniawan, Sp.A.,M.Sc (Dokter Spesialis Anak RS PKU Bantul)
Kanker pada anak merupakan penyakit yang dapat muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting. Setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 11 ribu anak di Indonesia didiagnosis menderita kanker, dengan jenis yang paling umum adalah leukemia, limfoma, dan tumor otak (Antara News).
Mengapa Deteksi Dini Penting?
Deteksi dini kanker pada anak sangat krusial karena:
- Peluang kesembuhan lebih tinggi. Jika kanker ditemukan pada tahap awal, peluang kesembuhan meningkat secara signifikan. Menurut WHO, sekitar 40% kematian akibat kanker dapat dicegah jika didiagnosis sejak dini.
- Pengobatan lebih efektif. Penanganan yang lebih awal memungkinkan penggunaan metode pengobatan yang lebih ringan dan efektif.
- Mengurangi risiko komplikasi. Deteksi dini dapat mencegah penyebaran kanker ke organ lain, sehingga mengurangi komplikasi serius.
Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Orang tua perlu memperhatikan tanda-tanda berikut:
- Leukemia: Pucat, mudah lelah, demam tanpa sebab yang jelas, serta perdarahan atau memar yang tidak biasa.
- Retinoblastoma: Mata tampak seperti mata kucing (refleks putih), juling, atau gangguan penglihatan.
- Osteosarkoma: Nyeri tulang, terutama pada malam hari atau setelah aktivitas, serta pembengkakan tanpa sebab yang jelas.Jika gejala-gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan untuk skrining lebih lanjut.
Apa yang Dapat Dilakukan di Fasilitas Kesehatan?
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1) – Puskesmas/Klinik. Di faskes tingkat pertama, tenaga medis dapat melakukan:
- Pemeriksaan awal berdasarkan gejala dan riwayat kesehatan anak.
- Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi tanda awal leukemia.
- Pemeriksaan fisik, seperti pengecekan pembengkakan kelenjar getah bening, perut, dan tanda-tanda perdarahan.Rujukan ke rumah sakit jika ditemukan indikasi kanker.
Fasilitas Kesehatan Rujukan (Rumah Sakit)
- Jika di faskes pertama ditemukan dugaan kanker, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, seperti:
- Pemeriksaan laboratorium: Tes darah lebih mendetail, termasuk tes sumsum tulang jika diduga leukemia.
- Pemeriksaan pencitraan: Seperti USG, CT scan, atau MRI untuk mendeteksi tumor.
- Biopsi: Pengambilan sampel jaringan untuk memastikan diagnosis kanker.
- Perencanaan pengobatan: Bisa berupa kemoterapi, radioterapi, atau operasi, tergantung pada jenis dan stadium kanker.
Bagaimana Prognosis Kanker pada Anak?
Prognosis kanker anak bergantung pada jenis kanker, stadium saat ditemukan, dan respons terhadap pengobatan:
- Leukemia: Jika dideteksi dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat, tingkat kesembuhan bisa mencapai 80–90%.
- Retinoblastoma: Jika terdeteksi sebelum menyebar, peluang sembuh bisa lebih dari 95%. Jika terlambat, mata bisa perlu diangkat.
- Osteosarkoma: Jika belum menyebar, tingkat kelangsungan hidup dalam lima tahun bisa mencapai 70%. Jika sudah menyebar, prognosis lebih buruk.
Deteksi Dini di Klinik Anak RS PKU Bantul
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Jika anak Anda mengalami gejala mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan di Klinik Anak RS PKU Bantul. Kami menyediakan layanan skrining dan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker pada anak sejak dini.
📞 Info & pendaftaran: 08123 638 678
Langkah kecil hari ini bisa menyelamatkan masa depan mereka!
Sumber Pustaka
WHO. (2023). Childhood Cancer Facts.
Yayasan Kanker Anak Indonesia. (2023). Tentang Kanker Anak. (https://yayasankankeranakindonesiaykai.org/)
Antara News. (2024). Dokter: Sekitar 11 Ribu Anak RI Terdiagnosis Kanker Tiap Tahun. (https://www.antaranews.com/berita/4345175/)
