Artikel Kesehatan

Pengajian Ahad Pahing : Merawat Silaturahmi dan Membangun Kesehatan Umat

Penulis : Dr. Widiastuti, S. Ag.,M.M. (Manajer Bina Rohani RS PKU Bantul)

Di tengah geliat kehidupan masyarakat Bantul yang kian dinamis, RSU PKU Muhammadiyah Bantul terus meneguhkan komitmennya sebagai rumah sakit yang hadir tidak hanya untuk menyembuhkan, tetapi juga untuk membina, memberdayakan, dan merawat nilai-nilai spiritual serta sosial. Salah satu wujud nyata dari misi besar ini adalah Pengajian Ahad Pahing, sebuah kegiatan rutin bulanan yang telah melewati perjalanan panjang sejak tahun 1994.

Pengajian ini bukan sekadar forum keagamaan. Ia telah menjadi denyut kehidupan ruhani sekaligus ladang amal sosial yang menghubungkan RS PKU Bantul dengan masyarakat luas. Di balik kegiatan yang tampak sederhana ini, tersimpan banyak cerita inspiratif tentang kepedulian, perjuangan, dan transformasi.

Lahir dari Keprihatinan, Tumbuh Bersama Umat

Pengajian Ahad Pahing lahir sekitar tahun 1994 atas prakarsa para tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, bersama manajemen rumah sakit saat itu. Berangkat dari keinginan untuk menyediakan ruang silaturahmi yang bermakna dan membangun ketahanan spiritual di tengah masyarakat, pengajian ini pertama kali digelar di area parkir RS PKU Bantul dengan segala kesederhanaannya.

Namun dari tempat sederhana itulah, semangat dakwah dan kebersamaan tumbuh subur. Para jamaah datang dari berbagai latar belakang, mulai dari warga sekitar, keluarga pasien, kader persyarikatan, hingga simpatisan. Tak hanya mendengarkan ceramah agama, mereka juga berbagi cerita, pengalaman, dan harapan.

Semakin Diminati, Semakin Diperluas

Seiring berjalannya waktu, antusiasme masyarakat terhadap pengajian ini semakin meningkat. Dari semula puluhan orang, kini jamaahnya telah mencapai lebih dari 550 peserta setiap kali diselenggarakan. Pertumbuhan ini tentu menjadi indikator keberhasilan, sekaligus tantangan baru dalam pengelolaannya.

Karena keterbatasan lokasi semula, pengajian pun berpindah tempat dari waktu ke waktu. Kini, ia rutin diadakan di Hospitarium RS PKU Bantul, sebuah ruang serbaguna yang lebih nyaman dan mampu menampung peserta dalam jumlah besar. Perpindahan ini menandai fase baru: dari ruang parkir yang sederhana menjadi pusat kegiatan spiritual dan sosial yang lebih representatif.

Transformasi: Dari Ceramah Keagamaan ke Edukasi Kesehatan

Sejak tahun 2023, Pengajian Ahad Pahing tak lagi hanya menyuguhkan materi ceramah keagamaan, tetapi juga menghadirkan materi edukasi kesehatan yang disampaikan langsung oleh para dokter RS PKU Bantul. Transformasi ini meneguhkan peran pengajian sebagai media dakwah yang adaptif dan solutif, sesuai dengan semangat “Rumah Sakit yang Penuh Solusi.”

Peserta mendapatkan wawasan seputar gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit, hingga informasi penting terkait program kesehatan lansia dan layanan preventif lainnya. Bahkan, pemeriksaan kesehatan gratis seperti cek tekanan darah dan gula darah juga rutin diberikan sebagai bentuk pelayanan nyata kepada jamaah.

Wadah Kedermawanan: Embrio PKU Peduli Dhuafa (PPD)

Pengajian ini juga dikenal sebagai salah satu wadah kedermawanan umat. Dalam setiap pertemuan, para jamaah diajak untuk berinfaq dan bershodaqoh guna membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan. Semangat inilah yang kemudian menjadi embrio lahirnya PKU Peduli Dhuafa (PPD) — sebuah gerakan sosial rumah sakit untuk menjangkau dan membantu kaum dhuafa secara berkelanjutan.

Tidak hanya itu, momen-momen penting seperti penggalangan dana pembelian tanah untuk pengembangan rumah sakit juga dilakukan melalui forum pengajian ini. Kesadaran kolektif untuk membangun lembaga kesehatan yang mandiri dan bermanfaat bagi umat sungguh terasa kuat dalam setiap langkahnya.

Berperan dalam Terbentuknya Klub Lansia

Dari semangat silaturahmi dan edukasi yang konsisten, Pengajian Ahad Pahing juga melahirkan embrio program Klub Lansia, sebuah forum pembinaan kesehatan dan aktivitas sosial untuk kelompok usia lanjut. Program ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan penuaan yang sehat, produktif, dan tetap bermartabat.

Klub Lansia kini berkembang menjadi salah satu program unggulan RS PKU Bantul yang meliputi senam rutin, konsultasi kesehatan, pembinaan mental, dan kegiatan sosial lainnya.

Sinergi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah

Kegiatan ini sejak awal menjadi ruang sinergi antara RS PKU Bantul dengan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Peran ‘Aisyiyah sangat terasa dalam mendampingi jamaah ibu-ibu dan lansia, serta dalam konsolidasi nilai-nilai kepedulian dan pemberdayaan perempuan. Sementara Muhammadiyah sebagai pemilik rumah sakit, memberikan dukungan struktural dan spiritual yang kokoh dalam menjaga kesinambungan pengajian ini.

Semangat kolektif ini adalah bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat dihadirkan dalam bentuk yang kontekstual, menyentuh, dan bermanfaat.

Media Komunikasi dan Partisipasi Masyarakat

Selain sebagai forum ilmu dan ibadah, Pengajian Ahad Pahing juga menjadi media komunikasi strategis antara RS PKU Bantul dengan masyarakat. Melalui forum ini, berbagai program rumah sakit disosialisasikan, seperti layanan baru, vaksinasi, program lansia, skrining kesehatan, hingga edukasi kebencanaan.

Manajemen rumah sakit juga hadir langsung dalam forum ini, memberikan informasi, menerima aspirasi, dan memastikan bahwa pelayanan rumah sakit senantiasa selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

Menuju Masyarakat Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur

Lebih dari semua itu, pengajian ini menjadi bagian penting dari ikhtiar RS PKU Bantul untuk membentuk qoryah thayyibah — masyarakat yang sehat, beriman, produktif, dan saling peduli. Melalui dakwah yang membumi dan pelayanan yang tulus, rumah sakit berupaya mewujudkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur — negeri yang baik, masyarakat yang dirahmati.

Penutup: Ikhtiar yang Terus Berlanjut

Tiga dekade telah berlalu sejak pengajian ini pertama kali digelar. Namun semangatnya tidak pernah pudar. Bahkan, semakin hari, pengajian ini tumbuh menjadi episentrum gerakan dakwah sosial, edukasi kesehatan, dan solidaritas umat.

Pengajian Ahad Pahing bukan hanya milik RS PKU Bantul, tetapi telah menjadi milik bersama masyarakat Bantul. Dengan sinergi antara manajemen, tokoh masyarakat, warga, dan organisasi keagamaan, pengajian ini akan terus berkembang sebagai teladan kegiatan dakwah rumah sakit yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan zaman, pengajian ini menunjukkan bahwa rumah sakit bukan hanya tempat orang sakit datang, tetapi bisa menjadi pusat pemberdayaan umat, jembatan ukhuwah, dan lentera harapan bagi masyarakat luas.

Bagikan