Penulis : dr. Muhammad Agita Hutomo, M.M.R (Ketua Tim Penanggulangan TB dan HIV RS PKU Bantul)
Setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang manusiawi—tanpa rasa takut, tanpa stigma, tanpa diskriminasi. Namun bagi sebagian orang, terutama penyintas HIV, perjalanan untuk mendapatkan pengobatan seringkali penuh rintangan. Banyak dari mereka yang datang terlambat, kehilangan harapan, bahkan menyerah sebelum sempat memulai.
Itulah sebabnya Klinik Al Hayyah hadir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Dibuka sejak Maret 2025, klinik ini tidak hanya memberikan pengobatan medis, tetapi juga ruang aman untuk pulih dan merasa dihargai. Klinik Al Hayyah adalah wujud nyata dari komitmen rumah sakit dalam melayani pasien TB dan HIV secara terpadu, penuh empati, dan berkesinambungan.
“Al Hayyah” berasal dari bahasa Arab yang berarti kehidupan. Nama ini menjadi pengingat sekaligus semangat bahwa setiap jiwa yang hidup berhak untuk sehat, berdaya, dan tidak merasa sendiri.
Dari Sistem yang Terpisah Menuju Layanan yang Terpadu
Sebelum Klinik Al Hayyah berdiri, pasien HIV dan TB harus berpindah-pindah ruang dan layanan. Mereka harus menjelaskan ulang riwayat kesehatannya ke banyak tenaga medis, menunggu antrean terpisah, dan menghadapi proses birokrasi yang rumit. Ini tidak hanya melelahkan, tetapi juga dapat memperburuk kondisi psikis pasien.
Kini, dengan berdirinya Klinik Al Hayyah sebagai bagian dari sistem terpadu, semua kebutuhan pasien dilayani di satu tempat, dalam satu waktu. Hal ini menjadi mungkin setelah RSU PKU Muhammadiyah Bantul ditetapkan sebagai Rumah Sakit PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) HIV oleh Dinas Kesehatan melalui SK Nomor B/400.13.24/00055.
Langkah ini juga diperkuat oleh kebijakan nasional seperti:
- UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
- Permenkes No. 74 Tahun 2014 tentang Konseling dan Tes HIV
- Permenkes No. 87 Tahun 2014 tentang Pengobatan ARV
Tim HIV internal telah dibentuk melalui SK Direktur, dan kini dikembangkan menjadi Tim TB/HIV untuk meningkatkan integrasi layanan.
Klinik Al Hayyah: One Stop Service yang Ramah Pasien
Dengan konsep One Stop Service, Klinik Al Hayyah memudahkan pasien TB dan/atau HIV untuk mendapatkan seluruh pelayanan dalam satu kunjungan. Layanan yang tersedia meliputi:
- Pemeriksaan dokter
- Konseling HIV dan TB
- Pengambilan obat ARV dan OAT
- Pemeriksaan laboratorium rutin
- Edukasi kesehatan
- Rujukan lanjutan bila diperlukan
Klinik ini buka setiap hari Rabu pukul 09.00 WIB dan ditangani oleh tenaga kesehatan terlatih yang memahami pentingnya pelayanan yang inklusif dan penuh rasa hormat.
Didampingi oleh Dokter yang Berpengalaman
Klinik Al Hayyah dipimpin oleh dr. Sumardi, Sp.PD-KP, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam konsultan paru yang telah puluhan tahun berdedikasi dalam penanganan pasien TB dan HIV. Beliau dikenal sebagai dokter yang teliti, penuh perhatian, dan komunikatif. Pengalaman panjangnya dalam dunia klinis dan pelayanan komunitas memperkuat kualitas layanan yang diberikan di Klinik Al Hayyah.
Dari Tantangan ke Terobosan
Sebelum sistem baru dijalankan, RSU PKU Muhammadiyah Bantul telah melayani 15 pasien HIV sejak 2023. Sepuluh pasien masih rutin kontrol, tiga pasien wafat, dan dua lainnya sempat putus kontak. Data inilah yang menyadarkan manajemen akan pentingnya layanan yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan proaktif.
Rangkaian persiapan dilakukan: pelatihan tenaga kesehatan, pembentukan tim HIV, kerja sama dengan organisasi eksternal seperti Victory Plus, serta koordinasi internal lintas bagian. Peluncuran Klinik Al Hayyah dilakukan secara internal dan melalui media sosial rumah sakit pada bulan Maret 2025, menandai awal dari pendekatan layanan yang baru.
Tidak Sekadar Pengobatan, Tapi Pendampingan Hidup
Satu hal yang membedakan Klinik Al Hayyah adalah pendekatan yang menyeluruh. Pasien tidak hanya menerima resep obat, tetapi juga pendampingan psikososial, edukasi, dan penghormatan atas privasi mereka. Ini penting karena banyak pasien HIV menghadapi tekanan mental, ketakutan akan penolakan, dan kebingungan dalam memahami penyakitnya.
Kisah nyata pernah terjadi di rumah sakit ini: seorang pasien HIV membutuhkan operasi tonsilektomi. Dulu, prosedur seperti ini bisa menimbulkan keraguan dari tim medis karena risiko penularan. Namun, dengan SOP yang tepat, komunikasi yang baik, dan semangat inklusivitas, operasi berjalan lancar. Ini bukti bahwa dengan pendekatan yang benar, pasien HIV dapat ditangani dengan aman dan bermartabat di semua lini layanan.
Menuju Sistem yang Lebih Kuat
Tantangan tetap ada. Jumlah konselor HIV yang terbatas, belum optimalnya pencatatan digital, dan kesenjangan pemahaman masyarakat tentang HIV masih menjadi PR besar. Namun, Klinik Al Hayyah terus melangkah maju.
Langkah-langkah lanjutan yang direncanakan antara lain:
- Penambahan SDM konselor
- Edukasi HIV kepada masyarakat dan tenaga medis
- Integrasi sistem rekam medis HIV secara digital
- Kolaborasi lintas sektor untuk tracing dan edukasi komunitas
Klinik Al Hayyah untuk Anda
Bagi siapa pun yang sedang menghadapi diagnosis TB atau HIV, harapan itu nyata. Klinik Al Hayyah dibentuk untuk mendampingi Anda, tanpa menghakimi, tanpa mengasingkan. Di sini, Anda akan disambut sebagai manusia utuh yang layak dihargai.
Klinik Al Hayyah buka setiap hari Rabu pukul 09.00 WIB di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.
“ Datanglah tanpa ragu. Kami ada di sini, bersama Anda, untuk memperjuangkan hidup yang lebih sehat dan bermakna. Karena setiap kehidupan, layak diperjuangkan. ”