Artikel Kesehatan

Jaga Kesehatan di Tengah Fenomena “Mbediding”

Penulis : dr. Nunung Sulistyaningsih (Dokter dan Ketua Tim PKRS PKU Bantul)

Beberapa hari terakhir, warga Yogyakarta dan sekitarnya merasakan  kondisi udara yang terasa lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Tak sedikit yang menyebut kondisi ini dengan istilah khas Jawa: “mbediding”, yaitu rasa menggigil atau kedinginan hingga merinding.

Fenomena ini memang umum terjadi di musim kemarau, khususnya di bulan Juli hingga Agustus. Di waktu ini, suhu udara di beberapa wilayah DIY bisa turun hingga 16—20 derajat Celsius, bahkan lebih rendah di dataran tinggi seperti Kaliurang, Gunungkidul utara, atau kawasan pegunungan Menoreh. Meski tampak sepele, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, terutama jika tubuh tidak disiapkan dengan baik.

Apa Penyebab "Mbediding"?

Fenomena udara dingin yang menusuk ini sebenarnya bukan hal baru. Dalam meteorologi, ini disebut sebagai musim kemarau kering dengan suhu malam hari yang rendah. Menurut penjelasan dari BMKG, saat kemarau panjang, langit cenderung lebih cerah dan kandungan awan sangat sedikit. Akibatnya, panas yang diserap bumi di siang hari langsung terlepas ke atmosfer saat malam, sehingga suhu permukaan turun drastis.

Inilah yang menyebabkan tubuh merasa lebih dingin dari biasanya, meskipun matahari tetap bersinar cerah di siang hari. Perbedaan suhu yang ekstrem antara pagi dan siang ini bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan.

Siapa yang Harus Waspada?

Semua orang bisa terdampak oleh perubahan suhu ini. Namun, ada kelompok yang lebih rentan terhadap cuaca dingin, antara lain:

  • Anak-anak dan bayi, karena sistem imun mereka belum sempurna
  • Lansia, yang cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh
  • Penderita penyakit kronis, seperti asma, jantung, atau hipertensi
  • Orang yang sering beraktivitas di luar ruangan di pagi atau malam hari

Cuaca dingin dapat memperberat gejala penyakit yang sudah ada, atau memicu gangguan baru seperti flu, batuk, pilek, nyeri otot, hingga sesak napas.

Keluhan Kesehatan yang Sering Muncul

Berikut beberapa keluhan kesehatan yang umum terjadi saat cuaca dingin:

a. Infeksi saluran pernapasan atas

Seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, dan radang tenggorokan. Suhu rendah dapat membuat saluran pernapasan lebih sensitif terhadap virus.

b. Asma kambuh

Udara dingin bisa menjadi pemicu kambuhnya asma. Banyak pasien mengeluhkan sesak saat pagi hari atau setelah mandi air dingin.

c. Nyeri sendi dan otot

Pada sebagian orang, terutama usia lanjut, suhu dingin dapat memicu nyeri pada bagian tubuh tertentu, terutama pada sendi atau otot.

d. Tekanan darah naik atau turun

Perubahan suhu bisa memengaruhi tekanan darah. Beberapa orang merasa pusing atau lemas di pagi hari akibat hipotensi atau hipertensi.

e. Gangguan tidur

Terlalu dingin bisa membuat tidur tidak nyenyak, sehingga kualitas istirahat menurun.

Tips Menjaga Kesehatan Saat "Mbediding"

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar di tengah cuaca yang dingin, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan pakaian hangat

Saat malam atau pagi hari, gunakan jaket, kaos kaki, dan selimut tebal. Tidak perlu menunggu merasa kedinginan dulu, karena tubuh bisa kehilangan panas tanpa disadari.

  1. Perbanyak konsumsi air hangat

Walau tidak merasa haus, tetaplah minum cukup air. Minuman hangat seperti teh tanpa gula atau air lemon bisa membantu menjaga suhu tubuh.

  1. Makan bergizi

Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin C dan antioksidan. Ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

  1. Hindari mandi terlalu pagi

Mandi di waktu udara sangat dingin bisa memicu gangguan kesehatan, terutama bagi penderita asma, jantung, atau tekanan darah tinggi. Usahakan mandi saat matahari sudah cukup tinggi, dan gunakan air hangat bila perlu.

  1. Lakukan aktivitas fisik ringan

Bergerak atau berolahraga ringan bisa membantu tubuh menghasilkan panas alami. Tidak perlu olahraga berat, cukup peregangan atau jalan kaki ringan.

Perhatikan Kondisi Tubuh Anda

Jika Anda mulai merasakan gejala seperti demam, batuk tak kunjung sembuh, nyeri di dada, atau kelelahan berlebihan, jangan anggap remeh. Bisa jadi ini adalah tanda bahwa tubuh Anda tidak mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan cuaca.

Terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit seperti asma, penyakit jantung, atau hipertensi, penting untuk rutin memantau kondisi tubuh dan segera berkonsultasi ke tenaga medis saat keluhan muncul.

Layanan Kesehatan Siap Membantu

Sebagai rumah sakit yang memahami kebutuhan masyarakat, RS PKU Bantul menyediakan berbagai layanan untuk mendampingi Anda menjaga kesehatan di tengah cuaca yang tidak menentu, seperti:

  • Klinik Umum dan Klinik Spesialis, termasuk Spesialis Penyakit Dalam dan Anak
  • Klinik Geriatri, khusus bagi lansia yang membutuhkan penanganan menyeluruh
  • Klinik Nyeri, untuk membantu pasien yang mengalami nyeri kronis atau keluhan otot dan sendi
  • Klinik Gizi, membantu menyusun pola makan sesuai kebutuhan tubuh, termasuk saat cuaca ekstrem
  • Layanan IGD 24 jam, siap menangani keluhan darurat kapan pun

Kapan pun Anda butuh pertolongan atau ingin berkonsultasi, petugas kami siap membantu dengan ramah dan profesional. Jangan biarkan cuaca menjadi alasan untuk menunda menjaga kesehatan. Informasi pendaftaran dan jadwal layanan bisa diperoleh melalui:

08123 638 678 (Pendaftaran)

Cuaca dingin seperti saat ini memang membuat kita ingin lebih banyak beristirahat dan berselimut. Tapi jangan sampai kondisi ini membuat tubuh jadi rentan sakit. Dengan menjaga pola hidup sehat, memperhatikan gejala sejak awal, dan berkonsultasi ke layanan kesehatan bila perlu, kita bisa tetap sehat dan produktif meski cuaca sedang “mbediding”.

Bagikan