Banyak orang mengira fungsi betis hanya untuk berjalan atau menopang tubuh saat berdiri. Padahal, otot betis memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran darah. Bahkan, dunia medis sering menyebut betis sebagai “pompa jantung kedua”.
Istilah ini bukan sekadar kiasan. Saat otot betis bergerak, pembuluh darah vena di kaki ikut tertekan sehingga darah terdorong kembali menuju jantung. Karena itulah, kurang bergerak dalam waktu lama dapat menyebabkan kaki terasa pegal, bengkak, hingga meningkatkan risiko gangguan sirkulasi.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami pentingnya menjaga kesehatan otot betis. Padahal, kebiasaan duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan kurang aktivitas fisik dapat membuat fungsi pompa alami ini menurun.
Mengapa Betis Disebut Pompa Jantung Kedua?
Jantung memang menjadi pusat pemompa darah ke seluruh tubuh. Namun, darah dari kaki harus melawan gravitasi agar bisa kembali ke jantung. Di sinilah otot betis bekerja membantu sistem sirkulasi.
Setiap kali berjalan, naik tangga, atau menggerakkan kaki, otot betis akan berkontraksi. Kontraksi ini menekan pembuluh darah vena sehingga darah terdorong naik ke arah jantung. Setelah itu, katup vena membantu mencegah darah turun kembali.
Karena fungsinya sangat penting dalam membantu aliran balik darah, betis dikenal sebagai pompa jantung kedua atau second heart. Semakin aktif otot betis bergerak, semakin lancar pula sirkulasi darah tubuh bagian bawah.
Sebaliknya, jika seseorang terlalu lama duduk atau berdiri diam, aliran darah dapat melambat. Kondisi ini sering menyebabkan kaki terasa berat, kesemutan, atau bengkak.
Dampak Jika Fungsi Pompa Betis Menurun
Penurunan fungsi otot betis tidak selalu langsung menimbulkan penyakit serius. Akan tetapi, kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berikut beberapa dampak yang sering muncul:
- Kaki Mudah Bengkak
Aliran darah yang kurang lancar membuat cairan menumpuk di area tungkai dan pergelangan kaki. Akibatnya, kaki terlihat bengkak terutama setelah duduk lama.
- Varises
Tekanan pada pembuluh vena dapat meningkat jika darah sulit kembali ke jantung. Lama-kelamaan, pembuluh darah vena menjadi melebar dan tampak menonjol di permukaan kulit.
- Kaki Cepat Pegal
Otot betis yang jarang aktif biasanya lebih mudah lelah. Selain itu, sirkulasi darah yang tidak optimal membuat suplai oksigen ke jaringan tubuh ikut berkurang.
- Risiko Penggumpalan Darah
Pada kondisi tertentu, kurang bergerak terlalu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah di vena kaki atau deep vein thrombosis (DVT). Risiko ini lebih tinggi pada orang yang duduk berjam-jam tanpa banyak bergerak.
Informasi tentang DVT dapat dibaca melalui situs resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Kebiasaan yang Membuat Betis Kurang Aktif
Gaya hidup modern membuat banyak orang lebih sering duduk dibanding bergerak. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat mengurangi kerja alami pompa betis.
Beberapa kebiasaan yang sering menjadi penyebab antara lain:
- Duduk terlalu lama saat bekerja
- Jarang olahraga
- Terlalu sering menggunakan lift
- Kurang berjalan kaki
- Berdiri diam dalam waktu lama
- Tidur atau rebahan sepanjang hari saat libur
Selain itu, penggunaan sepatu yang tidak nyaman juga dapat memengaruhi pergerakan otot kaki.
Cara Menjaga Fungsi Betis Sebagai Pompa Jantung Kedua
Kabar baiknya, menjaga kesehatan otot betis tidak sulit. Aktivitas sederhana sehari-hari sudah cukup membantu memperlancar aliran darah.
Rutin Berjalan Kaki
Berjalan merupakan latihan terbaik untuk mengaktifkan otot betis. Cobalah berjalan minimal 30 menit setiap hari agar sirkulasi darah tetap lancar.
Lakukan Peregangan
Peregangan membantu menjaga fleksibilitas otot kaki. Gerakan sederhana seperti berdiri jinjit atau mengangkat tumit dapat membantu melatih kontraksi betis.
Hindari Duduk Terlalu Lama
Jika bekerja di depan komputer, usahakan berdiri atau berjalan ringan setiap 30–60 menit. Kebiasaan kecil ini sangat membantu menjaga aliran darah.
Minum Air yang Cukup
Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga kekentalan darah tetap normal. Dengan begitu, sirkulasi darah menjadi lebih optimal.
Jaga Berat Badan Ideal
Berat badan berlebih dapat memberi tekanan tambahan pada pembuluh darah kaki. Karena itu, menjaga pola makan dan rutin bergerak sangat penting.
Panduan aktivitas fisik untuk kesehatan dapat dibaca di World Health Organization (WHO).
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan sirkulasi akibat fungsi pompa betis yang menurun, seperti:
- Pekerja kantoran
- Lansia
- Orang dengan obesitas
- Ibu hamil
- Pasien diabetes
- Orang yang sering bepergian jauh
Jika sering mengalami kaki bengkak, nyeri, kram, atau muncul varises, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan medis.
Selain pemeriksaan rutin, dokter dapat membantu mencari penyebab gangguan sirkulasi dan menentukan penanganan yang sesuai.
Betis Sehat Membantu Sirkulasi Tubuh Tetap Lancar
Betis bukan hanya otot biasa. Perannya sangat penting dalam membantu darah kembali ke jantung. Karena itu, istilah betis sebagai pompa jantung kedua memang memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, rutin bergerak, dan menghindari duduk terlalu lama dapat membantu menjaga fungsi otot betis tetap optimal. Dengan sirkulasi darah yang baik, tubuh pun terasa lebih ringan dan bertenaga.
Jika Anda mengalami keluhan seperti kaki bengkak, nyeri betis, atau gangguan pembuluh darah, segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter di RS PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.