Artikel Kesehatan

Awas! Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit demam berdarah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Jika tidak segera diatasi, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.

Apa itu Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Juga dikenal dengan nama dengue hemorrhagic fever (DHF), penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue: DEN-1, DEN-2, DEN-3, atau DEN-4.

Sebelumnya, demam berdarah sering disebut sebagai penyakit “break-bone” karena gejalanya yang bisa menimbulkan nyeri pada sendi dan otot, sehingga seakan-akan tulang-tulang terasa retak.

DBD dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, penyakit ini hanya menimbulkan demam dan gejala mirip flu. Namun, dalam kasus yang lebih berat, DBD bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Tanda-tanda Demam Berdarah Dengue (DBD)

Gejala DBD dapat bervariasi dari ringan hingga berat, dan biasanya muncul 4–10 hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Gejala umum meliputi:

  1. Demam Tinggi: Suhu tubuh bisa mencapai 40°C.
  2. Sakit Kepala: Biasanya sangat menyakitkan dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
  3. Nyeri Otot, Tulang, dan Sendi: Sering disebut sebagai “break-bone fever” karena rasa sakit yang mirip dengan tulang yang retak.
  4. Mual dan Muntah: Gejala ini dapat memperburuk kondisi pasien.
  5. Sakit di Belakang Mata: Rasa sakit ini biasanya mendalam dan bisa menyebar ke kepala.
  6. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Terutama di area leher dan ketiak.
  7. Ruam Kulit: Biasanya muncul sebagai bintik-bintik merah atau ruam yang gatal.

Gejala Berdasarkan Fase

Fase Demam

Fase ini biasanya berlangsung selama 2–7 hari, dengan demam tinggi dan gejala lain seperti nyeri otot dan sakit kepala. Pada tahap ini, tubuh mulai bereaksi terhadap infeksi.

Fase Kritis

Setelah fase demam, suhu tubuh mungkin turun, tetapi ini adalah periode kritis di mana risiko komplikasi seperti perdarahan meningkat. Gejala yang perlu diwaspadai termasuk:

  1. Sakit Perut Parah: Nyeri yang bisa menjalar ke seluruh perut.
  2. Muntah Terus-Menerus: Dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh.
  3. Perdarahan Gusi dan Mimisan: Tanda kemungkinan gangguan pembekuan darah.
  4. Darah pada Urine dan Feses: Dapat menunjukkan kerusakan pada organ internal.
  5. Memar Tanpa Penyebab Jelas: Gejala dari penurunan trombosit darah.
  6. Kesulitan Bernapas: Dapat menunjukkan adanya komplikasi serius.

Fase Penyembuhan

Setelah fase kritis, pasien mulai mengalami demam kembali. Namun, ini adalah tanda bahwa tubuh mulai memulihkan diri dan jumlah trombosit darah perlahan kembali normal.

Gejala Tambahan yang Perlu Diwaspadai

Gejala tambahan yang muncul setelah fase demam turun dapat menandakan bahwa seseorang mungkin sudah memasuki fase kritis. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan secara teratur dan mencari perawatan medis segera jika gejala semakin parah.

Bagikan