Penulis : apt. Khomsiyah Sismiati, S.Farm (Apoteker RS PKU Bantul)
Mudik adalah momen yang dinanti-nanti banyak orang. Namun, bagi sebagian orang, perjalanan jauh bisa menjadi tantangan karena mabuk perjalanan. Rasa pusing, mual, muntah, dan lemas bisa membuat pengalaman mudik menjadi tidak menyenangkan.
Sebagai apoteker, saya akan membahas penyebab mabuk perjalanan, cara mencegahnya, serta pilihan obat yang bisa membantu. Yuk, simak agar perjalanan mudikmu tetap nyaman!
Kenapa Bisa Mabuk Perjalanan?
Mabuk perjalanan (motion sickness) terjadi karena ketidakseimbangan antara apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dirasakan oleh tubuh, terutama oleh organ keseimbangan di telinga dalam. Otak menerima sinyal yang bertentangan, sehingga menimbulkan gejala mabuk.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko mabuk perjalanan antara lain:
✅ Perjalanan dengan kendaraan yang bergoyang (mobil, kapal, pesawat)
✅ Kondisi kesehatan tertentu (misalnya migrain atau gangguan keseimbangan)
✅ Membaca atau bermain HP saat perjalanan
✅ Bau menyengat di dalam kendaraan
✅ Kurang tidur atau kondisi tubuh yang lelah
Gejala Mabuk Perjalanan
Orang yang mengalami mabuk perjalanan biasanya akan merasakan gejala seperti:
❌ Pusing atau sakit kepala ringan
❌ Mual atau muntah
❌ Keringat dingin
❌ Pucat dan merasa lemas
❌ Peningkatan produksi air liur
❌ Kesulitan berkonsentrasi
Kalau kamu sering mengalami hal ini saat bepergian, jangan khawatir! Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengatasi mabuk perjalanan.
Cara Mencegah Mabuk Perjalanan
1. Pilih Posisi Duduk yang Tepat
Tempat duduk bisa sangat mempengaruhi kenyamanan perjalanan. Pilih posisi berikut agar tubuh lebih stabil dan tidak terlalu banyak terguncang:
🚗 Mobil: Duduk di kursi depan dan lihat ke depan, bukan ke samping.
🚌 Bus: Pilih tempat duduk di bagian tengah atau depan, hindari duduk di atas roda.
🚆 Kereta: Pilih kursi yang menghadap ke arah perjalanan kereta.
✈️ Pesawat: Pilih kursi di dekat sayap pesawat, karena lebih stabil.
⛴️ Kapal laut: Duduk di bagian tengah kapal untuk mengurangi efek goyangan ombak.
2. Hindari Membaca atau Bermain HP
Membaca buku atau menatap layar HP saat perjalanan bisa memperparah mabuk perjalanan. Ini karena mata fokus pada objek diam, sementara tubuh tetap merasakan pergerakan. Sebagai gantinya, cobalah melihat ke luar dan fokus pada benda yang jauh.
3. Atur Pola Pernapasan
Mengatur napas bisa membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa mual. Coba lakukan teknik berikut:
🌬️ Tarik napas dalam-dalam melalui hidung
🌬️ Tahan selama 3-5 detik
🌬️ Buang napas perlahan melalui mulut
Teknik pernapasan ini bisa membantu mengurangi rasa mual dan pusing.
4. Hindari Makanan Berat Sebelum Perjalanan
Makan makanan berlemak atau terlalu banyak sebelum perjalanan bisa membuat perut terasa penuh dan meningkatkan risiko mual. Sebaiknya, konsumsi makanan ringan seperti:
🍏 Buah-buahan segar
🍞 Roti atau biskuit
🍵 Teh hangat atau jahe
Jangan lupa minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
5. Gunakan Aromaterapi atau Minyak Angin
Beberapa aroma bisa membantu meredakan mabuk perjalanan, seperti:
🌿 Jahe (mengurangi mual)
🍋 Lemon (menyegarkan dan menenangkan)
🍃 Peppermint (meringankan pusing)
Coba hirup minyak angin atau aromaterapi dengan aroma ini untuk membantu mengatasi gejala mabuk perjalanan.
6. Pastikan Ventilasi Udara Baik
Udara yang pengap atau bau menyengat di dalam kendaraan bisa memperburuk mabuk perjalanan. Pastikan ventilasi udara cukup atau buka jendela agar udara segar masuk.
7. Istirahat yang Cukup Sebelum Perjalanan
Kurang tidur bisa membuat tubuh lebih sensitif terhadap mabuk perjalanan. Pastikan kamu tidur cukup sebelum perjalanan agar tubuh lebih siap menghadapi perubahan kondisi.
Obat untuk Mencegah Mabuk Perjalanan
Jika kamu tetap mengalami mabuk perjalanan meskipun sudah mencoba cara di atas, ada beberapa obat yang bisa membantu. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum menggunakannya.
🔹 Dimenhydrinate (Dramamine, Antimo)
Obat ini membantu mencegah dan mengatasi mual serta pusing akibat mabuk perjalanan. Biasanya dikonsumsi 30-60 menit sebelum perjalanan. Efek sampingnya bisa menyebabkan kantuk.
🔹 Meclizine (Bonamine, Antivert)
Serupa dengan dimenhydrinate, tetapi efek kantuknya lebih ringan. Cocok untuk perjalanan yang lebih lama.
🔹 Scopolamine Patch (Transderm-Scop)
Patch ini ditempel di belakang telinga dan dapat bertahan hingga 72 jam. Biasanya digunakan untuk perjalanan jauh, seperti naik kapal laut atau pesawat.
🔹 Jahe (Ginger Root)
Jahe dalam bentuk teh, permen, atau suplemen bisa membantu mengurangi mual tanpa efek samping kantuk.
🔹 Vitamin B6
Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin B6 dapat membantu mengurangi mual dan muntah, meskipun efeknya tidak sekuat obat antihistamin.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun mabuk perjalanan biasanya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai:
⚠️ Mabuk perjalanan sangat parah hingga tidak bisa makan atau minum
⚠️ Gejala tetap ada meskipun sudah mencoba berbagai cara
⚠️ Pusing atau mual berlangsung lama setelah perjalanan selesai
⚠️ Mengalami gangguan keseimbangan atau telinga berdenging setelah perjalanan
Jika mengalami hal-hal di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan biarkan mabuk perjalanan mengganggu momen mudikmu!
Apa saja yang perlu diperiksa klik disini untuk artikel Medical Check Up sebelum Mudik.Pastikan kamu siap dengan strategi pencegahan yang tepat dan konsultasikan kesehatanmu sebelum mudik ke RS PKU Bantul. Hubungi pendaftaran di 08123 638 678 untuk informasi lebih lanjut.
