Artikel Kesehatan

HEPATITIS B SERING TANPA GEJALA, KENALI RISIKONYA

Pernah merasa sehat tetapi tetap khawatir memiliki penyakit yang tidak menunjukkan tanda apa pun? Kekhawatiran tersebut wajar, karena beberapa penyakit memang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Salah satunya adalah hepatitis B.

Hepatitis B merupakan infeksi yang menyerang hati akibat virus hepatitis B atau HBV. Infeksi ini dapat berlangsung dalam waktu singkat. Namun, pada sebagian orang, infeksi dapat berkembang menjadi kronis dan menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Karena sering tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami hepatitis B. Padahal, deteksi dan pencegahan sejak dini dapat membantu melindungi kesehatan hati.

Apa Itu Hepatitis B?

Hepatitis B terjadi ketika virus hepatitis B menginfeksi hati dan menyebabkan peradangan. Infeksi dapat bersifat akut atau berkembang menjadi infeksi kronis.

Pada sebagian orang, tubuh mampu melawan infeksi akut dan virus dapat hilang dari tubuh. Namun, infeksi kronis dapat bertahan dalam jangka panjang dan menyebabkan kerusakan hati secara bertahap.

Jika tidak mendapat pemantauan dan penanganan yang tepat, hepatitis B kronis dapat meningkatkan risiko terjadinya sirosis hati hingga kanker hati.

Oleh karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan sesuai anjuran tenaga kesehatan menjadi langkah penting.

Kenali Gejala Hepatitis B

Salah satu hal yang membuat hepatitis B sulit dikenali adalah gejalanya yang tidak selalu muncul. Seseorang dapat terlihat sehat dan tetap beraktivitas tanpa merasakan keluhan berarti.

Ketika gejala muncul, beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain:

  • Mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut
  • Nyeri sendi
  • Urine berwarna lebih gelap
  • Feses berwarna lebih pucat
  • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami hepatitis B. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan ada atau tidaknya gejala untuk mengetahui kondisi kesehatan hati.

Bagaimana Hepatitis B Menular?

Virus hepatitis B dapat menular melalui darah dan cairan tubuh yang mengandung virus. Penularan dapat terjadi melalui beberapa kondisi.

Salah satunya adalah dari ibu yang terinfeksi kepada bayi saat proses persalinan. Hepatitis B juga dapat menular melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

Penggunaan jarum suntik secara bergantian juga meningkatkan risiko penularan. Risiko dapat muncul saat seseorang menjalani tindik atau tato menggunakan alat yang tidak steril.

Selain itu, hindari berbagi barang pribadi yang dapat terkena darah, seperti pisau cukur dan sikat gigi.

Namun, hepatitis B tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, atau duduk berdekatan.

Pemahaman yang benar mengenai cara penularan penting untuk mencegah penyebaran sekaligus mengurangi stigma terhadap orang yang hidup dengan hepatitis B.

Mengapa Skrining Hepatitis B Penting?

Hepatitis B dapat berkembang tanpa gejala. Karena itu, seseorang tidak dapat mengetahui status infeksinya hanya berdasarkan kondisi tubuh.

Skrining membantu mendeteksi apakah seseorang mengalami infeksi hepatitis B. Pemeriksaan dilakukan melalui tes darah dan dokter dapat menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai berdasarkan kondisi serta faktor risiko.

Skrining juga penting bagi ibu hamil. Pemeriksaan selama kehamilan membantu tenaga kesehatan mengetahui status hepatitis B dan menentukan langkah yang tepat untuk mencegah penularan kepada bayi.

Jika memiliki faktor risiko atau merasa perlu mengetahui status hepatitis B, konsultasikan kebutuhan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan.

Cara Mencegah Hepatitis B

Hepatitis B dapat dicegah melalui beberapa langkah. Salah satu perlindungan utama adalah vaksinasi hepatitis B.

Pastikan vaksinasi dilakukan sesuai jadwal yang dianjurkan. Vaksinasi sangat penting sejak usia dini dan juga dapat diberikan kepada kelompok tertentu sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Selain vaksinasi, lakukan beberapa langkah berikut:

  • Jangan berbagi jarum suntik.
  • Pastikan alat medis menggunakan prosedur steril.
  • Pilih layanan tindik dan tato yang menerapkan standar kebersihan serta sterilitas.
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi.
  • Terapkan perilaku seksual yang aman.
  • Lakukan skrining jika memiliki faktor risiko.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu menurunkan risiko penularan hepatitis B.

Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala

Hepatitis B dapat menyerang tanpa memberikan tanda yang jelas. Karena itu, menjaga kesehatan hati tidak cukup hanya dengan menunggu munculnya keluhan.

Kenali faktor risiko, pastikan status vaksinasi, dan lakukan skrining bila diperlukan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya infeksi, ikuti evaluasi dan penanganan yang diberikan oleh dokter.

Selain itu, mari bersama-sama mengurangi stigma terhadap hepatitis B. Orang yang hidup dengan hepatitis B tetap membutuhkan dukungan dan akses terhadap informasi serta layanan kesehatan yang tepat.

Pekan Peduli Hepatitis B 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hati.

Kenali. Cegah. Deteksi Dini. Lindungi Hati.

Dapatkan Layanan Hepatitis B di RS PKU Bantul

Membutuhkan vaksinasi hepatitis B? Segera daftarkan diri Anda ke Klinik Vaksin Internasional RSU PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan layanan vaksinasi sesuai kebutuhan.

Ingin mengetahui status Hepatitis B melalui skrining, memiliki faktor risiko, atau membutuhkan konsultasi terkait kesehatan hati? Daftarkan diri Anda ke Klinik Penyakit Dalam RSU PKU Muhammadiyah Bantul untuk mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter.

Segera lakukan pendaftaran dan jangan menunggu sampai muncul gejala. Lindungi kesehatan hati Anda mulai sekarang.

Bagikan