Artikel Kesehatan

Kesalahan Makan Saat Lebaran yang Bikin Berat Badan Naik

Momen Lebaran identik dengan makanan enak dan suasana hangat bersama keluarga. Namun, banyak orang tidak sadar bahwa pola makan selama hari raya sering berubah drastis. Akibatnya, berat badan naik, perut terasa tidak nyaman, hingga gula darah dan kolesterol ikut meningkat.

Kesalahan makan saat lebaran sering terjadi karena seseorang ingin menikmati semua hidangan sekaligus. Opor ayam, rendang, sambal goreng ati, kue kering, hingga minuman manis biasanya tersedia sepanjang hari. Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Padahal, menikmati makanan khas Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya terletak pada pengaturan porsi, waktu makan, dan pilihan menu yang lebih seimbang.

Kesalahan Makan Saat Lebaran yang Sering Terjadi

Banyak orang melakukan pola makan berlebihan saat Lebaran tanpa disadari. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi.

1. Langsung Makan Banyak Setelah Puasa

Setelah menjalani puasa Ramadan, sebagian orang justru “balas dendam” saat Lebaran tiba. Mereka makan dalam porsi besar sejak pagi hari.

Kebiasaan ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat. Selain itu, lonjakan kalori secara mendadak juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan membuat tubuh cepat lemas.

Sebaiknya makan secara bertahap. Mulailah dengan porsi kecil, lalu beri jeda sebelum menambah makanan.

2. Terlalu Banyak Makanan Bersantan

Menu bersantan memang menjadi ciri khas Lebaran. Namun, konsumsi santan berlebihan dapat meningkatkan asupan lemak jenuh.

Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko kolesterol tinggi dan gangguan pencernaan bisa meningkat. Terlebih lagi jika makanan digoreng dan dimakan dalam jumlah besar.

Karena itu, batasi konsumsi opor, gulai, atau rendang dalam satu waktu. Imbangi juga dengan sayur dan buah segar.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh.

3. Terlalu Banyak Kue Kering dan Minuman Manis

Kue nastar, kastengel, putri salju, dan sirup sering menjadi “jebakan” saat bersilaturahmi. Banyak orang menganggap porsinya kecil sehingga aman dikonsumsi terus-menerus.

Padahal, kue kering mengandung gula dan lemak cukup tinggi. Jika ditambah minuman manis, jumlah kalorinya bisa melonjak tanpa terasa.

Sebagai gantinya, pilih air putih lebih sering. Anda juga bisa membatasi konsumsi kue hanya beberapa potong setiap kali berkunjung.

Dampak Kesalahan Makan Saat Lebaran

Kesalahan makan saat lebaran tidak hanya membuat berat badan naik. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Berat Badan Cepat Bertambah

Asupan kalori saat Lebaran biasanya jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Jika tidak diimbangi aktivitas fisik, kelebihan kalori akan disimpan sebagai lemak.

Tidak sedikit orang mengalami kenaikan berat badan hanya dalam beberapa hari setelah Lebaran.

Gangguan Pencernaan

Makan terlalu banyak dapat memicu perut kembung, mual, sembelit, atau diare. Risiko ini meningkat jika seseorang jarang makan sayur dan buah.

Selain itu, pola makan tidak teratur juga membuat lambung bekerja lebih keras.

Gula Darah dan Kolesterol Naik

Makanan manis dan tinggi lemak dapat memengaruhi kadar gula darah serta kolesterol. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi.

American Heart Association juga menyarankan pembatasan gula tambahan dan lemak jenuh untuk menjaga kesehatan jantung.

Cara Makan Sehat Saat Lebaran

Meski banyak godaan makanan, Anda tetap bisa menjaga kesehatan selama Lebaran. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan.

Atur Porsi Makan

Gunakan prinsip makan secukupnya. Ambil makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu.

Cara ini membantu tubuh mengenali rasa kenyang sehingga Anda tidak makan berlebihan.

Perbanyak Sayur dan Buah

Sayur dan buah mengandung serat yang membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik. Selain itu, serat juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Tambahkan lalapan, buah potong, atau salad dalam menu harian selama Lebaran.

Tetap Minum Air Putih

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak.

Karena itu, usahakan minum air putih minimal delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi.

Jangan Malas Bergerak

Setelah makan besar, banyak orang memilih langsung duduk atau tidur. Padahal, aktivitas ringan dapat membantu membakar kalori.

Cobalah berjalan santai, membersihkan rumah, atau berolahraga ringan selama 20–30 menit setiap hari.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Beberapa kelompok perlu lebih berhati-hati terhadap pola makan saat Lebaran, antara lain:

  • Penderita diabetes
  • Penderita hipertensi
  • Orang dengan kolesterol tinggi
  • Lansia
  • Orang dengan obesitas

Jika pola makan tidak terkontrol, kondisi kesehatan mereka bisa memburuk dalam waktu singkat.

Karena itu, penting untuk memantau asupan makanan dan tetap rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami keluhan seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Gula darah tinggi
  • Tekanan darah meningkat
  • Nyeri lambung berat
  • Mual dan muntah terus-menerus

Pemeriksaan lebih awal membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kesehatan rutin juga penting dilakukan setelah masa libur panjang dan pola makan berubah.

Jika Anda mengalami keluhan setelah Lebaran atau ingin berkonsultasi terkait pola makan sehat, layanan dokter di RSU PKU Muhammadiyah Bantul siap membantu Anda dan keluarga dengan layanan kesehatan yang lengkap dan profesional.

Bagikan