Artikel Kesehatan

Mengapa di Masa Peralihan Musim Anak Lebih Mudah Kena ISPA?

Menurut prediksi BMKG, musim kemarau 2025 berlangsung bertahap sejak April hingga September, dengan puncaknya pada Juli–Agustus. Namun, di penghujung kemarau seperti saat ini, hujan deras mulai turun di beberapa wilayah. Peralihan dari udara kering berdebu menuju curah hujan tinggi sering memengaruhi daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Perubahan cuaca yang mendadak—panas terik di siang hari lalu hujan deras sore atau malam harinya—sering membuat tubuh kesulitan beradaptasi. Akibatnya, sistem imun melemah, dan penyakit pernapasan lebih mudah menyerang, terutama pada anak-anak dan lansia.

ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyakit ini bisa dialami siapa saja, namun anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan. Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai orang tua untuk memahami gejala ISPA, cara pencegahan, serta langkah penanganannya agar kesehatan keluarga tetap terjaga sepanjang musim peralihan ini.

Apa Itu ISPA?

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit peradangan yang menyerang saluran napas, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Disebut “akut” karena berlangsung singkat, biasanya kurang dari 14 hari, tetapi dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu bahkan berbahaya bila tidak ditangani.

Penyebab ISPA bisa bermacam-macam:

  • Virus, seperti influenza, RSV (respiratory syncytial virus), atau adenovirus.
  • Bakteri, misalnya Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae.
  • Jamur, meskipun lebih jarang, biasanya menyerang orang dengan daya tahan tubuh sangat lemah.

Jenis ISPA pun bervariasi, mulai dari yang ringan seperti flu biasa, hingga yang lebih serius seperti bronkitis, pneumonia, atau laringitis. Karena itu, mengenali gejala sejak dini sangatlah penting.

Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai

Gejala ISPA bisa bervariasi, tergantung lokasi infeksi dan penyebabnya. Namun, ada beberapa tanda umum yang sering muncul, di antaranya:

1.Batuk kering atau berdahak

Batuk merupakan gejala paling umum dari ISPA. Pada awalnya bisa berupa batuk kering, kemudian berubah menjadi berdahak.

2. Hidung tersumbat atau pilek

Infeksi pada saluran pernapasan bagian atas menyebabkan hidung berair atau tersumbat, yang biasanya membuat anak rewel dan sulit tidur.

3. Demam

Tubuh bereaksi terhadap infeksi dengan meningkatkan suhu. Demam ringan hingga tinggi bisa menjadi tanda tubuh sedang melawan mikroorganisme penyebab ISPA.

4. Sakit tenggorokan

Peradangan pada tenggorokan sering membuat anak merasa nyeri saat menelan makanan atau minuman.

5. Sesak napas

Jika infeksi sudah menyerang saluran pernapasan bawah (misalnya bronkitis atau pneumonia), anak bisa mengalami kesulitan bernapas.

6. Lemas dan tidak nafsu makan

Anak terlihat lebih lemah, mudah lelah, bahkan enggan makan dan minum.

Gejala ISPA pada anak sering kali mirip dengan flu biasa, sehingga orang tua perlu lebih jeli dalam mengamati. Jika gejala bertahan lebih dari 3 hari, disertai sesak napas, demam tinggi, atau anak terlihat sangat lemah, segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengapa ISPA Lebih Sering Terjadi di Masa Peralihan Musim?

Beberapa faktor yang membuat ISPA lebih mudah menyerang di masa peralihan musim antara lain:

1.Udara Kering

Udara kering membuat lapisan lendir pelindung di saluran pernapasan menjadi lebih tipis, sehingga kuman lebih mudah masuk.

2. Debu dan Polusi

Angin kencang di musim kemarau sering membawa debu yang bisa terhirup dan mengiritasi saluran pernapasan.

3. Dehidrasi

Kekurangan cairan menyebabkan tubuh lebih rentan sakit. Anak-anak seringkali lupa minum saat asyik bermain, sehingga tubuh kekurangan cairan.

4. Daya Tahan Tubuh Menurun

Pola tidur yang tidak teratur, kurang istirahat, dan gizi yang tidak seimbang dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat anak lebih mudah terserang penyakit.

Cara Mencegah ISPA di Masa Peralihan Musim

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari ISPA antara lain:

1.Gunakan Masker Saat di Luar Ruangan

Masker dapat membantu menyaring debu dan polusi, terutama jika anak harus bepergian keluar rumah.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Pastikan anak cukup minum untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kelembapan saluran pernapasan.

3. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Berikan asupan makanan yang kaya vitamin, mineral, dan protein untuk meningkatkan sistem imun.

4. Jaga Kebersihan Rumah

Bersihkan debu secara rutin, hindari asap rokok, dan pastikan ventilasi rumah baik agar udara tetap segar.

5. Cuci Tangan Secara Teratur

ISPA juga bisa menular melalui kontak langsung. Mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan dengan sabun adalah langkah sederhana yang sangat efektif.

6. Istirahat Cukup

Tidur yang cukup membantu tubuh anak memulihkan energi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

7. Gunakan Humidifier atau Tanaman Indoor

Menjaga kelembapan udara di dalam rumah dapat membantu mencegah saluran pernapasan menjadi kering.

Kapan Harus ke Dokter?

Tidak semua ISPA bisa ditangani dengan obat rumahan. Ada beberapa kondisi yang perlu segera mendapatkan penanganan medis di klinik atau rumah sakit, seperti:

  • Demam tinggi lebih dari 38,5°C yang tidak kunjung turun.
  • Anak tampak sesak napas, bernapas cepat, atau terdengar bunyi “ngik-ngik” (mengi).
  • Anak tampak sangat lemas, tidak mau makan dan minum.
  • Bibir atau ujung jari terlihat kebiruan (tanda kekurangan oksigen).
  • Batuk yang semakin parah dalam beberapa hari.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, jangan menunda untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Penanganan ISPA di Klinik Anak

Di Klinik Anak RS PKU Bantul, tenaga kesehatan siap memberikan layanan pemeriksaan dan perawatan ISPA secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik, riwayat kesehatan, hingga pemeriksaan penunjang bila diperlukan.

Pengobatan ISPA biasanya mencakup:

  • Obat pereda demam untuk menurunkan suhu tubuh.
  • Obat batuk atau pilek sesuai gejala.
  • Antibiotik bila terbukti disebabkan oleh bakteri (bukan sekadar virus).
  • Terapi nebulizer untuk membantu melegakan pernapasan jika ada penyempitan saluran napas.

Selain itu, dokter anak juga akan memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara merawat anak di rumah agar proses penyembuhan lebih cepat.

Jangan Anggap Remeh

Masa peralihan musim dari kemarau menuju hujan sering membawa risiko kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Fluktuasi suhu, debu, polusi, hingga udara lembap pasca hujan membuat anak-anak dan lansia lebih mudah terserang ISPA. Dengan mengenali gejalanya sejak dini, menjaga pola hidup sehat, serta segera berkonsultasi ke dokter bila diperlukan, kita bisa melindungi si kecil dari dampak yang lebih serius.

Jangan anggap remeh batuk, pilek, atau demam pada anak, apalagi bila disertai sesak napas. Kesehatan pernapasan adalah hal yang sangat penting bagi tumbuh kembang mereka.

👉 Jika buah hati Anda menunjukkan gejala ISPA atau keluhan pernapasan lainnya, segera periksakan ke Klinik Anak RS PKU Bantul.

📍 Lokasi mudah dijangkau di Bantul

📞 Pendaftaran: 08123 638 678

🩺 Layanan tersedia setiap hari dengan tenaga kesehatan yang ramah dan profesional.

Jadwal Klinik Anak

RS PKU Bantul – LAYANANKU IBADAHKU.

Bagikan