Artikel Kesehatan

Kebersihan Tangan Sangat Penting Bagi Tenaga Kesehatan

Penulis : Atni Setiyo Ningsih, S.Kep.,Ners.,M.K.M (Perawat/IPCN RS PKU Bantul)

Dalam rangka Hari Cuci Tangan Sedunia dengan Tema :

“It Might Be Gloves, But It’s ALWAYS Hand Hygiene”

 

TAHUKAN ANDA?

Dalam lingkungan fasilitas kesehatan, penggunaan sarung tangan bagi tenaga kesehatan sangat dianjurkan karena beberapa alasan seperti mencegah terkontaminasi oleh darah dan cairan tubuh pasien, serta mengurangi penyebaran kuman ke lingkungan, antar petugas bahkan ke pasien lainnya. Tetapi penggunaan sarung tangan yang berlebihan juga mempunyai konsekuensi yang tidak kita inginkan seperti penggunaan sarung tangan yang tidak tepat, tidak melakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan.

Ada banyak situasi dimana sarung tangan tidak begitu berarti dalam mencegah terjadinya penularan kuman, dan kebersihan tangan begitu efektif untuk melindungi petugas, pasien dan lingkungan sekitar. Penggunaan sarung tangan tidak tepat dapat menyebabkan  timbulnya rasa aman yang salah pada petugas. Kebersihan tangan dan penggunanan sarung tangan merupakan hubungan simbiosis yang saling melengkapi dan saling beriringan.

 

Mengapa kebersihan tangan sangat penting tenaga kesehatan?

  1. Mencegah penyebaran penyakit

Kuman ada dimana – mana, termasuk ada pada tangan kita, baik kuman pathogen maupun non pathogen. Kuman yang hidup pada permukaan tangan dapat dengan mudah di bunuh dengan bahan berbasis Alkohol.

  1. Mengurangi resiko infeksi nosocomial

kebersihan tangan yang tepat dapat membantu dalam pencegahan terjadinya infeksi (HAIs) seperti phlebitis, infeksi saluran kencing, infeksi saluran pernafasan dan infeksi pada luka operasi.

  1. Mengurangi biaya perawatan

Kebersihan tangan di fasilitas kesehatan yang dilakukan dengan tepat dapat mencegah terjadinya infeksi pada pasien sehingga dapat mengurangi biaya perawatan akibat rawat inap yang lama dan biaya pengobatan.

  1. Mengurangi kolonisasi kuman pada tangan petugas

Kolonisasi kuman dapat disebabkan oleh kuman yang ada pada tubuh pasien.

  1. Menciptakan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat

Kebersihan tangan merupakan kebiasaan yang sederhana tetapi sangat berdapak bagi kesehatan diri dan orang lain.

 

Kapan harus melakukan kebersihan tangan?

  1. Sebelum kontak dengan pasien
  2. Sebelum melakukan tindakan aseptic
  3. Setelah menyentuh darah dan cairan tubuh pasien
  4. Setelah kontak dengan pasien
  5. Setelah kontak dengan lingkungan pasien
  6. Segera setelah melepas sarung tangan

Kapan menggunakan pembersih berbasis Alkohol dan Sabun?

  1. Alkohol digunakan saat tangan tidak tampak kotor, saat perpindahan aktivitas dari yang kotor ke bersih atau saat perpindahan antar pasien. Waktu yang diperlukan untuk mencuci tangan dengan alcohol 20 – 30 detik.
  2. Sabun dan air digunakan saat tangan tampak kotor, sebelum makan, setelah ke kamar mandi. Mencuci tangan dengan sabun dan air memerlukan waktu 40 – 60 detik.

 

Kapan menggunakan sarung tangan?

Sarung tangan bukanlah pengganti kegiatan kebersihan tangan. Sarung tangan digunakan jika :

  1. Ada indikasi menyentuh darah dan cairan tubuh pasien dan bahan infeksi lainnya seperti : selaput lender,kulit yang tidak utuh, kulit yang terkontaminasi atau peralatan yang terkontaminasi
  2. Bila diperlukan tindakan berbasis transmisi/ cara penularan

Penggantian sarung tangan dan membersihan tangan dilakukan jika sarung tangan rusak, sarung tangan terkena darah/ cairan tubuh, jika ada perpindahan aktivitas dari kotor ke bersih, perpindahan pasien dan sebelum meninggalkan kamar pasien.

 

Bagaimana cara melakukan kebersihan tangan?

Ada 6 langkah kebersihan tangan yang di anjurkan oleh WHO, yaitu  TEPUNG SELACI PUPUT :

  1. Menggosok kedua telapak tangan
  2. Menggosok punggung tangan secara bergantian
  3. Menggosok sela – sela telapak tangan
  4. Kedua tangan saling mengunci
  5. Putar ibu jari kea rah dalam secara bergantian
  6. Menggosok ujung jari pada telapak tangan secara bergantian.

Tips menjaga kesehatan tangan agar tetap sehat meskipun sering melakukan kebersihan tangan:

  1. Gunakan lotion/ krim untuk menjaga kelembaban kulit tangan
  2. Saat mencuci tangan hindari menggunakan air hangat dan mengosok tangan sampai
  3. Kering tetapi dengan menepuk – nepuk tangan sampai kering
  4. Kuku asli tidak boleh melebihi ujung jari
  5. Jangan menggunakan kuku palsu, karena kuman dapat hidup di bawah kuku palsu
  6. Beberapa penelitian menunjukan kulit dibahwa cincin mengandung banyak kuman dari pada jari tanpan cincin.

Dengan menjaga kebersihan tangan dan merawat kulit tangan, kita dapat memastikan kesehatan tangan tetap optimal, yang pada gilirannya dapat mencegah penularan penyakit dan infeksi.

Bagikan