Artikel Kesehatan

Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui: Puasa atau Ditunda?

Penulis : Risma Radanti Putri, S.ST (Bidan PKU Bantul)

Bulan Ramadan adalah momen istimewa yang dinanti banyak orang, termasuk ibu hamil dan menyusui. Tapi, muncul pertanyaan yang sering mengganjal di hati: “Bolehkah aku ikut puasa? Apakah aman bagi janin atau bayi?”

Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap ibu. Ada yang tetap kuat dan sehat selama berpuasa, ada pula yang merasa lemas dan mengalami gangguan kesehatan. Islam sendiri memberikan keringanan bagi ibu hamil dan menyusui yang merasa kesulitan berpuasa, terutama jika dikhawatirkan berdampak buruk bagi dirinya atau bayi.

Jadi, bagaimana cara mengetahui apakah ibu bisa berpuasa atau tidak? Mari kita bahas bersama!

1. Kenali Kondisi Tubuh dan Konsultasikan dengan Dokter

Setiap kehamilan dan kondisi menyusui memiliki tantangan yang berbeda. Sebelum memutuskan berpuasa, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi aman.

Beberapa kondisi yang tidak disarankan untuk berpuasa antara lain:
❌ Ibu hamil dengan anemia, tekanan darah rendah, atau diabetes gestasional
❌ Ibu yang mengalami mual dan muntah berlebihan (hiperemesis gravidarum)
❌ Berat badan ibu atau janin tidak bertambah sesuai usia kehamilan
❌ Kontraksi dini atau risiko persalinan prematur
❌ Ibu menyusui dengan produksi ASI yang menurun drastis hingga bayi tidak kenyang

Jika mengalami salah satu kondisi di atas, lebih baik menunda puasa dan menjaga kesehatan ibu dan bayi.

2. Jaga Asupan Nutrisi Agar Tetap Sehat dan Bertenaga

Jika ibu merasa cukup sehat untuk berpuasa, pastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Jangan hanya fokus menahan lapar dan haus, tapi juga perhatikan apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka!

✅ Sahur:

Pilih makanan kaya serat dan protein seperti nasi merah, roti gandum, telur, dan sayuran agar kenyang lebih lama.

Minum air putih yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi saat puasa.

✅ Berbuka:

Awali dengan kurma dan air putih, lalu konsumsi makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, tahu, dan tempe.

Hindari makanan yang terlalu berminyak dan terlalu manis agar tubuh tidak mudah lemas setelah berbuka.

✅ Makan Malam:

Tambahkan makanan tinggi lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.

Jangan lupa mengonsumsi susu atau suplemen yang disarankan oleh dokter.

✅ Jaga Cairan Tubuh:

Minumlah minimal 8-10 gelas air putih selama sahur dan setelah berbuka untuk mencegah dehidrasi.

Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh yang bisa menyebabkan tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

3. Kenali Tanda-Tanda Bahaya Saat Berpuasa

Meskipun merasa sanggup berpuasa, ibu hamil dan menyusui tetap harus memperhatikan kondisi tubuh. Jika mengalami gejala berikut, segera batalkan puasa dan hubungi dokter:

⚠️ Pusing berlebihan, lemas, atau hampir pingsan
⚠️ Mual dan muntah hebat hingga tubuh terasa lemah
⚠️ Gerakan janin berkurang atau tidak terasa dalam waktu lama
⚠️ Dehidrasi (jarang buang air kecil, urine berwarna pekat)
⚠️ Kontraksi dini atau nyeri perut yang tidak biasa
⚠️ Produksi ASI menurun drastis hingga bayi rewel atau kurang kenyang

Jika ibu mengalami salah satu tanda di atas, jangan ragu untuk membatalkan puasa. Islam mengajarkan bahwa menjaga kesehatan ibu dan bayi lebih utama daripada memaksakan diri berpuasa.

4. Tidak Perlu Memaksakan Diri, Ibu Bisa Mengganti Puasa di Lain Waktu

Banyak ibu hamil atau menyusui yang merasa bersalah jika tidak berpuasa. Padahal, dalam Islam, ibu hamil dan menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika merasa tidak sanggup.

Jika tidak berpuasa, ibu bisa menggantinya di lain waktu setelah melahirkan dan menyusui, atau membayar fidyah sesuai ketentuan. Yang paling penting adalah menjaga kesehatan ibu dan bayi!

Kesimpulan: Pilih yang Terbaik untuk Ibu dan Si Kecil!

Puasa bagi ibu hamil dan menyusui bukanlah kewajiban mutlak. Jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan, puasa bisa dilakukan dengan persiapan yang baik. Namun, jika ada risiko kesehatan, lebih baik menunda puasa dan memastikan tubuh tetap sehat.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan berpuasa. Kesehatan ibu dan bayi adalah prioritas utama!

Jika Anda masih ragu atau ingin memeriksakan kondisi kehamilan sebelum berpuasa, kunjungi Klinik Kandungan RS PKU Bantul. Kami siap memberikan konsultasi terbaik untuk memastikan kesehatan ibu dan buah hati tetap terjaga selama Ramadan!

📍 Klinik Kandungan RS PKU Bantul
⏰ Senin-Sabtu
📞 Info & Pendaftaran: 08123 638 678

Bagikan