Daftar Online

PENDAFTARAN ONLINE

Pasang Iklan Paling Murah CT SCAN

CT SCAN

Pasang Iklan Paling Murah Pasang Iklan Paling Murah

BEDAH LAPAROSKOPI

Pasang Iklan Paling Murah Pasang Iklan Paling Murah

KHITAN GRATIS



Artikel

Bahagiakan Ibumu

admin | Kamis, 21 April 2016 - 10:42:42 WIB | dibaca: 170 pembaca

“ Dan Kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik) kepada dua orang Ibu-bapakmu, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada- Kulah kembalimu.” (QS. Al-Luqman ( 31) : 14)

 

Sebenarnya kasih ibu memberikan energi kehidupan bagi anak- anaknya, kesuksesan anak- anaknya adalah buah dari kerja ibu yang tak berkesudahan. Ibu rela dan ikhlas membesarkan anak- anaknya. Mungkinkah seorang anak sanggup membayar kembali segala kebaikan ibu? Cukupkah dengan mencari keridhoannya sebagai bakti kepada ibu.

 

Ada sebuah kisah menarik tentang orang yang ingin membalas jasa ibunya:

Suatu ketika Abdullah Bin Umar melihat seorang menggendong ibunya untuk thawaf dan kemananpun ibunya meminta pergi. Kemudian orang tersebut mendatangi Abdullah Bin Umar, kemudian dia bertanya : “ Wahai Abdullah Bin Umar, dengan perbuatanku seperti itu apakah aku sudah bisa membalas jasa ibuku? Lalu Abdullah Bin Umar menjawab: “ Belum setetespun, engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu”

Dari kisah diatas di ketahui bahwa sampai kapanpun dan bagaimanapun kita belum dapat membalas kebaikan kedua orang tua kita.

 

Cara- cara membahagiakan orang tua:

 

Berbuat baik kepada Ibu

Ayat di atas memerintahkan kepada kita untuk berbakti kepada      kedua orang tua disusul dengan menyebut ibu secara khusus karena ibu telah mengandung anaknya selama  kuranglebih 9 bulan 10 hari dan tidak hanya itu karena berlanjut hingga melahirkan dan menyusui hingga menyapih. Berbakti/ berbuat baik kepada ibu adalah salah satu perbuatan yang paling disukai Allah bahkan berbuat baik kepada Ibu itu disandingkan setelah sholat.

Dari Abdurahman Bin Mas'ud ia berkata: Saya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, Amal apakah yang paling di sukai oleh Allah? Nabi menjawab sholat pada waktunya, saya bertanya lagi: “ Kemudian apa ?” Beliau menjawab: “ Berbuat baik kepada kedua orang tua”  kemudian apa? “ Beliau menjawab” Berjihad di jalan Allah”  ( Muttafaqun Allaih)

Kemudian Allah berfirman:

Dan kami wajibkan manusia berbuat kebaikan kepada Ibu  dan bapaknya( QS. Al- An kabut: 1291: 8)

 

Berlaku lemah lembut

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau dua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka jangan sekali-kali kamu berkata kepada keduanya perkataan “ ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah “ Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil “ ( QS. Al- Israa (17) : 23- 24)

 

Dari ayat di atas bahwa seorang anak wajib berkata yang baik dan lemah lembut kepada orangtua dan bersikap baik dan janganlah sekali kali mengeluarkan perkataan atau perlakuan yang kasar karena itu akan menyakitkan hatinya dan ia akan merasa bahwa perjuangannya selama ini menjadi sia-sia saja, dan perkataan “ah” menyiratkan pena kita pada ibu dan kufur nikmat serta pengingkaran terhadap segala jerih payahnya dalam mendidik dan membesarkan kita.

 

Sambutlah kedatangannya

Saat kita telah berkeluarga, kedatangan ibu adalah hal yang membahagiakan. Kedatangannya menyapu kerinduan yang telah tersimpan di benak kita. Rasulullah SAW memberi contoh dalam sikapnya terhadap ibu susunya, Halimah sa'diyah. Abu Dawud mengeluarkan suatu riwayat yang bersumber dari Abu Thufail berkata: Aku melihat Rasulullah sedang membagi bagikan daging di ji'ranah dan tiba-tiba datang seorang wanita. Dia langsung mendekati Rasulullah Saw, Beliau lalu membentangkan selendang beliau untuk wanita itu. Lantas wanita itu duduk di pangkuannya lalu aku bertanya siapa wanita itu? Para sahabat menjawab: dia ini adalah yang telah menyusui beliau.

 

Jagalah waktu tuanya

Ketika orang tua telah lanjut usia, mereka benar-benar sedang membutuhkan kita. Masa tua merupakan masa ketika mereka telah menjadi lemah fisik maupun pikiran, terkadang mereka membutuhkan bimbingan kita untuk taat kepada Allah, Kita diwajibkan untuk memeliharanya dan lebih perhatian dari kepada keadaan sebelumnya.

 

Pada saat mereka tua ada yang berkata orang tua kembali seperti anak kecil lagi: terkadang kita tidak mengerti apa maunya. Mereka terkadang sering merengek dan menangis karena tidak ada yang dapat mengerti dirinya. Dan ingatlah kesusahannya waktu dia merawat kita saat masih kecil. Berbahagialah seorang yang memanfaatkan masa tuanya orang tuanya dan memanfaatkan saat itu dengan cara berbakti kepada orang tuanya. Karena kesempatan itu tidak akan ada lagi jika mereka telah meninggal dunia, dann menyesallah kita.

 

Mendoa'kan

Ibu kita telah mendidik dan membesarkan kita dengan kita dengan susah payah, tak sedikit keringat yang mengucur, tak terhitung tangis yang memecah keheningan malam, tak sedikit perih yang harus ditahnnya, demi kebahagiaan anaknya. Ibu selalu mendahulukan kepentingan anaknya, diatas kebutuhan sendiri. Terkadang ia harus menahan lapar asalkan anak-anaknya menjadi kenyang. Dan yang ia harapkan adalah menjadi anak yang sholeh dan shalehah. Do'akanlah mereka: “ Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua mendidiklku waktu kecil. (QS. Al- Israa (17):24 )

 

Cukupkanlah kebutuhannya

Perbuatan baktui lainnya adalah dengan mencukupkan kebutuhannya jika memang ibu kita membutuhkannya, jangan sampai saat kita hidup berkecukupan tetapi ibu dan Bapak kita kekurangan atau kesusahan . Sebanyak apapun kita memberi kita kepada orang tua hal itu tidak akan menghabiskan harta yang kita punya bahkan Allah akan membalas dengan yang lebih baik.

 

Dalam suatu ketika ada seorang laki-laki brkata kepada Rasulullah aku mempunyai harta dan anak lalu ayahku sendiri menghendaki hartaku lalu Rasulullah menjawab: engkau dan hartamu adalah milik ayahmu”.

Begitu juga dengan Ibu, harta yang kit miliki adalah miliknya, jangan pernah mengepal yangan saat Ibu kita membutuhkan uluran tangan karena memberikan uluran tangan ke orangtua adalah suatu kewajiban dan bukti bakti padanya.

 

Taat Kepada Ibu

Do' anak yang berbakti pada Ibunya termasuk do'a yang didengar dan di ijabah oleh Allah. Suatu saat Rasulullah SAW bercerita kepada para sahabat: “ Sungguh kelak ada orang yang termasuk tabi'in terbaik ia bernama Uwais. Ia memiliki seorang Ibu dan ia sangat berbakti kepadanya. Sehingga jika ia mau berdo'a kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan do'anya. Dia punya sedikit penyakit kusta, oleh karena itu perintahkan ia untuk berdo'a sesungguhnya dia akan memintakan ampun  untuk kalian “ ( HR. Muslim)

 

Uwais bernama lengkap Uwais Al Qurni, IA tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. Setiap hari ia menggembalakan domba milik orang lain. Upah yang di terima cukup untuk hidup bersama Ibunya. bila ada kelebihan dari upahnya, ia bagikan kepada tetangga yang kekurangan.

 

Ia termasuk orang yang taat beribadah dan ia mempunyai keinginan sesuatu yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. Keinginan itu kian memuncak setiap kali ia melihat tetangganya pulang dari madinah dan sempat bertemu dengan Rasulullah Saw, akan tetapi apa daya Ibunya ibunya sudah tua renta dan lemah.Ia begitu menyayanginya sehingga tidak tega meninggalkannya sendiri. Tetapi semakin hari semakin kerinduannya bertemu Rasulullah itu kian memuncak.

 

Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu lalu ia mengatakan kepada Ibunya, kemudian Ibunya menangis dan mengizinkannya . Tetapi kerinduannya tidak sempat terobati karena saat tiba di  Madinah Rasulullah tidak berada di rumahnya, ia ingin sekali menunggu tetapi teringat pesan Ibunya agar ia segera pulang. Dipilihnya mentaati Ibunya dan berpamitan dengan ummul Mukminin( Aisyah).

 

Dari kisah diatas telah jelas bahwa kita sebagai orang mukmin harus menghormati dan menyayangi orangtua sampai akhir hayatnya. Sumber: Risalah Jum'at 9 Jumadal Akhirah 1437/ 18 Maret 2016